Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2013

SEVEN ACP

Aluminium Composite Panel atau yang biasa di singkat menjadi ACP adalah material aluminium yang di rekatkan ke bahan Polyethylene (Plastik) / Fire Resistance Core, di sebagian daerah di Indonesia nama merk seperti alucobond dan alucopan sudah menjadi sebutan untuk ACP . Alumunium composite panel termasuk  jenis alumunium yang ringan, meskipun memiliki beban yang ringan namun jenis ini dikenal sangat kuat dan dengan warna yang tidak mudah luntur. Aluminium composite panel yaitu terdapat antara dua lembar aluminium tanpa ikatan, dan bahannya pun terbuat dari bahan yang non – aluminium. Cat polyester adalah bahan yang digunakan untuk Aluminium composite panel atau aluminium lembaran tersebut, yang juga digunakan sebagai penyekat dan sebagainya.
Aluminium composite panel biasanya digunakan untuk bahan atau bagian external dari bangunan, tapi tidak terbatas untuk bagian external saja, karena Aluminium composite panel dapat juga digunakan untuk bagian internal bangunan, seperti digunakan untuk langit – langit dan sebagainya , terkadang juga digunakan sebagai bahan untuk menambah berat dan mempercantik bangunan sehingga terkesan mewah atau ekslusif. Karena pada dasarnya Aluminium composite panel dapat ditambahkan dengan warna – warna yang sesuai dengan keinginan yang  tentunya disesuaikan juga dengan warna – warna yang dapat digunakan untuk Aluminium composite panel itu sendiri, misalnnya saja Aluminium composite panel dapat ditambahkan dengan warna seperti marmer atau pun metalik dan lain sebagainya.
Diantara merk - merk terkenal yang ada di pasaran diantaranya ialah SEVEN.

SEVEN Aluminum Composite Panel di Indonesia , produk yang sudah teruji kualitasnya dan dukungan sistem manajemen yang professional membuat SEVEN ACP menjadi brand yang cukup diperhitungkan di bidang konstruksi nasional.
SEVEN ACP memiliki 5 jalur produksi Aluminum Composite Panel dengan kapasitas produksi 8.000.000 meter per tahun, 2 jalur produksi Solid Aluminum Panel dengan kapasitas produksi 800.000 meter per tahun, 3 jalur produksi aluminium coating, dan 2 jalur produksi Aluminum Honeycomb Panel dengan kapasitas produksi 300.000 m  per tahun.

Kami juga memiliki 3 mesin dengan teknologi terkini untuk proses cutting dan grooving material Aluminum Composite Panel sebagai pelayanan tambahan kepada customer kami. 

Jumat, 22 Maret 2013

Reklame Advertising Majalengka

REKLAME MAJALENGKA , melayani produksi Signboard, neonbox, billboard di wilayah Majalengka dan sekitarnya. Menjelang dibangun dan diresmikannya Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati Majalengka, kami siap menjembatani rekanan yang akan mendirikan reklame billboard advertising di lokasi strategis tersebut.

Selasa, 12 Maret 2013

Kertajati, Majalengka Ibukota RI yang baru ?

Tidak seperti proses Rencana Pembangunan  Bandara di Bali Utara yang sampai sekarang terkatung-katung dan tidak jelas penyelesaiannya,  Rencana Pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka Jawa Barat nampaknya terus lancar. Untuk itu, Pemprov Jawa Barat sepanjang 2013 fokus menuntaskan permasalahan pembebasan lahan.
Pembangunan tahap pertama sudah dimulai, yang sudah siap digarap lahan seluas 647 hektar,
Sepanjang 2013 fokus menuntaskan permasalahan pembebasan lahan. Pembangunan bandara Tahap I sudah harus segera dimulai. Saat ini, lahan yang sudah siap digarap baru 647 ha. Kebutuhan sendiri 970 ha.   Secara total, pembangunan bandara tersebut seluas 1.800 Ha. Lahan itu digunakan sebagai landasan runway sepanjang 4.000 meter dengan lebar 60 meter. Untuk tahap pertama, dana yang harus diserap sebesar Rp. 3,2 Trilyun.
Untuk menunjang sarana ke bandara Pemprov sudah mempersiapkan pembangunan Jalan Tol, Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)  dan Cikampek-Palimanan (Cikapali). Dua akses jalan tol jelas akan menumbuhkan wilayah-wilayah disekitarnya.
Pembangunan bandara jelas akan menumbuhkan Kertajati sebagai kota baru, pelabuhan Cilamaya yang berada di Karawang dengan luas 3000 hektar sekarang sedang digarap oleh Investor dari Jepang lewat Kementerian Perindustrian. Pelabuhan Cilamaya akan menjadi sandaran bagi pengiriman barang-barang produk elektronik untuk diekspor, pabrik-pabrik diseputaran Karawang.
Rencananya, kawasan industri tersebut diperuntukkan bagi pembangunan pabrik otomotif, pabrik mesin-mesin (engineer), pabrik komponen elektronik, dan teknologi industri. Pembangunan kawasan industri ini akan membawa dampak besar bagi perekonomian nasional karena investor otomotif misalnya akan menginvestasikan modal 3,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Yang menjadi pertanyaan akankan Kertajati, Majalengka cocok dijadikan Ibukota RI. Usulan ini berasal dari seorang anggota fraksi PKS DPR Yudi Widiana Adia.
Pelabuhan Kertajati, wilayah Industri Karawang-Purwakarta-Majalengka, kelak akan menjadi pusat industri nasional jelas tidak akan cocok bila Ibukota RI dipindahkan ke wilayah sentra-sentra bisnis.
Kegiatan administratif adalah kegiatan yang memerlukan ketenangan, pada awalnya Bandung memang di jaman Hindia Belanda sudah dipersiapkan menjadi ibukota yang baru, lalu Bung Karno secara serius menyiapkan Palangkaraya.
Kota Palangkaraya tetaplah dianggap paling cocok bagi ibukota RI, karena disana tidak ada industri nasional dan tidak ada pusat kegiatan bisnis, disana memang kota untuk pegawai, ruang lingkupnya teratur. Kegiatan administratif pemerintahan hendaknya harus dipisahkan dari kegiatan bisnis.
Jadi usulan memindahkan ibukota RI ke Kertajati akan sangat tidak tepat, ini membuat kegiatan antara administratif pemerintahan, lokasi pabrik, kesibukan pelabuhan, dan pertumbuhan kota jasa akan campur aduk.
Terlepas dari mana yang baik, yang jelas usulan ini bila dilanjutkan sampai ke debat publik maka akan memunculkan beberapa usungan Partai Politik. PDIP jelas akan mendukung perpindahan ibukota ke Palangkaraya. sementara Golkar ke Jonggol dan PKS ke Kertajati.
Pertarungan politik ini akan jadi wacana yang menarik apabila ibukota benar-benar jadi dipindahkan.
Sumber :
http://m.kompasiana.com/post/politik/2013/01/20/kertajati-ibukota-ri-yang-baru-/

Info Signboard Advertising